KEINDAHAN HANYA SEKEJAP MATA

Sesekali pandangan mata kita terpejam karena mata itu sendiri yang menginginkannya, nikmat dan menyegarkan ….itulah gambaran hidup yang hanya bisa menikmati sesaat karena hakekatnya hidup hanyalah sebuah permainan dan tipuan saja…. bukan kah Alloh telah berfirman dalam sebuah ayat -Nya:

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

artinya:
20. Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia Ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; Kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning Kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia Ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. QS alhadid ayat 20.

24. Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya Karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. hingga apabila bumi itu Telah Sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab kami di waktu malam atau siang, lalu kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (kami) kepada orang-orang berfikir.      QS. Yunus Ayat 24.

begitu indah nya perumpamaan dunia yang telah Alloh qiaskan dalam Alqur’an begitu indah dan sangat memilaukan, sudah barang tentu banyak orang yang terperdaya akan segala perhiasannya. sudah barang tentu banyak orang yang terlena dan sangat sibut dengan segala permainannya.

Rosulullah telah bersabda:

حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَكْثَرَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ مَا يُخْرِجُ اللَّهُ لَكُمْ مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ قِيلَ وَمَا بَرَكَاتُ الْأَرْضِ قَالَ زَهْرَةُ الدُّنْيَا فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ هَلْ يَأْتِي الْخَيْرُ بِالشَّرِّ فَصَمَتَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ يُنْزَلُ عَلَيْهِ ثُمَّ جَعَلَ يَمْسَحُ عَنْ جَبِينِهِ فَقَالَ أَيْنَ السَّائِلُ قَالَ أَنَا قَالَ أَبُو سَعِيدٍ لَقَدْ حَمِدْنَاهُ حِينَ طَلَعَ ذَلِكَ قَالَ لَا يَأْتِي الْخَيْرُ إِلَّا بِالْخَيْرِ إِنَّ هَذَا الْمَالَ خَضِرَةٌ حُلْوَةٌ وَإِنَّ كُلَّ مَا أَنْبَتَ الرَّبِيعُ يَقْتُلُ حَبَطًا أَوْ يُلِمُّ إِلَّا آكِلَةَ الْخَضِرَةِ أَكَلَتْ حَتَّى إِذَا امْتَدَّتْ خَاصِرَتَاهَا اسْتَقْبَلَتْ الشَّمْسَ فَاجْتَرَّتْ وَثَلَطَتْ وَبَالَتْ ثُمَّ عَادَتْ فَأَكَلَتْ وَإِنَّ هَذَا الْمَالَ حُلْوَةٌ مَنْ أَخَذَهُ بِحَقِّهِ وَوَضَعَهُ فِي حَقِّهِ فَنِعْمَ الْمَعُونَةُ هُوَ وَمَنْ أَخَذَهُ بِغَيْرِ حَقِّهِ كَانَ كَالَّذِي يَأْكُلُ وَلَا يَشْبَعُ

Telah menceritakan kepada kami Isma’il dia berkata; telah menceritakan kepadaku Malik dari Zaid bin Aslam dari ‘Atha` bin Yasar dari Abu Sa’id Al khudri dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: \”Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah sesuatu yang Allah keluarkan untuk kalian dari berkahnya bumi.\” Beliau ditanya; ‘Apa maksud dari berkahnya bumi? ‘ Beliau menjawab: ‘Yaitu perhiasan dunia.’ Maka seseorang bertanya kepada beliau; ‘Wahai Rasulullah, apakah mungkin kebaikan akan mendatangkan keburukan? ‘ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diam beberapa saat, hingga kami mengira (wahyu) diturunkan kepada beliau, kemudian beliau mengusap keningnya lalu bersabda: ‘Di manakah orang yang bertanya tadi? ‘ Laki-laki itu berkata; ‘Saya.’ Abu Sa’id berkata; ‘Kami sempat memujinya ketika dia tiba-tiba muncul.’ Beliau bersabda: ‘Sesungguhnya kebaikan itu tidak mendatangkan kecuali kebaikan, sesungguhnya harta dunia ini adalah hijau dan manis, dan setiap sesuatu yang ditumbuhkan musim semi akan mematikan atau membinasakan, kecuali pemakan hijau-hijauan, dia makan sampai lambungnya telah melebar, kemudian menghadap matahari lalu berak, kencing dan kembali dan makan. Dan sesungguhnya harta itu terasa manis, maka barang siapa mendapatkan kekayaan dengan cara yang benar dan meletakkan dengan cara yang benar pula, maka alangkah beruntungnya dia dan barang siapa mendapatkan kekayaan dengan cara yang tidak benar, maka perumpamaannya ibarat orang yang makan dan tidak pernah merasa kenyang.’ HR Buchori.

Sungguh sangat beruntung bila seandainya bagi seseorang yang telah dilengkapi oleh Alloh dalam hidup ini dengan berbagai perhiasannya; Harta, anak dan keturunan-keturunan nya, harta dan jabatannya dan segala fasilitas hidupnya yang serba berkecukupan, dan semua itu merupakan amanah dari sang Maha Pemberi(Alloh) yang tentunya bila ia sanggup memegang teguh amanah itu dan telah menyampaikannya kepada yang lebih berhaq,maka dia telah mencapai kebahagiaan dunia dan akheratnya. sesuai dengan do’a yang kebanyakan kita sampaikan kepada Alloh” Robbanaa Atinaa Fiidunnya Hasanah Wa fiilakhirooti khasanah waqinaa adzabannar”

dan telah banyak do’a-do’a lain yang telah Rosul ajarkan agar seseorang hamba bahagia hidupnya di dunia dan akhiratnya.

Rosulullah bersabda:

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ عَنْ زَائِدَةَ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ
تَعَوَّذُوا بِكَلِمَاتٍ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَعَوَّذُ بِهِنَّ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْقَبْرِ

Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Al Husain dari Za`idah dari Abdul Malik dari Mush’ab bin Sa’d dari Ayahnya dia berkata; \”Mohon perlindunganlah kalian dengan beberapa kalimat yang digunakan oleh Nabi Shallallahu ‘alahi wasallam, yaitu; \”ALLAHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MINAL JUBNI, WA A’UUDZU BIKA MINAL BUKHLI, WA A’UUDZU BIKA MIN AN URADDA ILAA ARDZALIL ‘UMUR WA A’UUDZU BIKA MIN FITNATID DUNYA WA ‘ADZAABIL QABRI (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut, aku berlindung kepada-Mu dari sifat kikir, aku berlindung kepada-Mu kepikunan, aku berlindung dari fitnah dunia dan siksa kubur.\”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s